Sunday, June 16, 2019

PENYULUH AGAMA KATOLIK NON PNS MERAJUT PERSAUDARAAN DI PAROKI OEOLO



Monit tababua, tokot tababua, nane nak nek mese ma ansaof mese, demikian ungkapan filosofi orang dawan TTU dalam mengekspresikan makna persaudaraan satu terhadap yang lain. Persaudaraan itu lasimnya terungkap melalui melalui ha-hal sederhana. Penyuluh Agama Katolik Non PNS sekabupaten TTU telah membuktikan makna persaudaraan itu, melalui kunjungan mereka dalam Zavari kerukunan di Paroki Oeolo, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua.  
Rombongan Penyuluh Agama Katolik Non PNS yang dipimpin oleh Kasi Urakat Bapak Drs. Mikhael Nino, M.Si tiba di paroki Oeolo sekitar jam 17.30 sore. Walau sederhana namun momentum perjumpaan begitu menghangatkan dan menggairahkan. Antusiasme umat yang diwakili oleh beberapa tokoh adat dengan sapa’an penyambutan khas orang dawan “takanab/natoni” serta kehadiran beberapa orang perwakilan DPP Paroki dan anak-anak sekami menjadi awal rajutan persaudaraan. Rajutan persaudaraan yang berlansung selama dua hari sabtu dan minggu (15-16/06/2019), dilanjutkan dengan kegiatan bersama di aula paroki dan panggung Paroki santa Maria Ratu Oeolo.
Kegiatan-kegiatan rajutan persaudaraan yang dibangun seperti; pemutaran film rohani, malam hiburan yang dimeriahkan oleh band seroja  dan tanggungan koor misa hari minggu. Melalui kegiatan-kegiatan ini para penyuluh agama katolik non PNS mengamalkan tugas pokok sebagai penyuluh yang selalalu menjadi pemersatu kebinekaan. Kegiatan yang mengundang decak kagum umat adalah lantunan nyanyian misa paduan suara Seroja Choir pada perayaan ekaristi hari minggu memperingati hari raya Tritunggal Mahakudus. Lantunan nyanyian misa yang dikumandangkan oleh paduan suara penyuluh agama katolik non PNS “seroja choir” selain mengumat, menjadikan perayaan ekaristinya begitu meriah dan sakral, sekaligus menghantar umat dalam permenungan mendalam akan misteri Allah Tritunggal Mahakudus.
Rm. Yansen Faintaono, Pr pemimpin perayaan ekaristi hari itu, dalam kotbahnya menyampaikan bahwa kita umat katolik harus bangga karena mengimani Allah Tritunggal Mahakudus. Dengan bahasa sederhana romo memberi pemahaman kepada umat akan makna Allah Tritunggal. Bahwa Allah yang kita mengerti sebagai pencipta alam semesta itu adalah Allah Bapa, Allah yang kita pikirkan sebgai Allah yang mengungkapkan diri keluar itulah Allah Putra, dan Allah yang selalu membimbing kita itulah Allah Roh Kudus. Mengakhiri kotbahnya romo Yansen yang adalah Pastor Paroki Santa Maria Ratu Oeolo mengajak umat yang hadir agar bisa belajar dari Allah Tritunggal yang walau berbeda cara pengungkapan diri tetapi tetap satu, demikian juga kita umat walau berbeda-beda dalam berbagai hal tetapi kita harus tetap satu saudara.
Pada momentum perayaan ekaristi itu juga, kepala kantor Kementrian Agama Kabupeten TTU yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Katolik Pontinus Knaofmone,S.Ip, diberi kesempatan untuk memberikan sambutan berkenan dengan moment kunjungan zavari kerukunan para penyuluh agama katolik non PNS di paroki Oeolo. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tiga mantra mentri agama Lukman Hakim Saifudin yakni  yang pertama urgensi moderasi beragama dimana melalui moderasi beragama umat tidak tergelincir terhadap pemahaman keagamaan yang ekstrem kiri atau ekstrim kanan, yang kedua pentingnya kebersamaan agar kerukunan antar umat beragama terus dipertahankan seiring dengan munculnya berbagai perbedaan ke permukaan dewasa ini. yang ketiga  integrasi data menjadi sesuatu yang mutlak dan penting untuk mengoptimalkan pelayanan pemerintah. Itulah yang mendorong kami bersama para penyuluh agama katolik non PNS berkunjung di paroki Oeolou ntuk melihat lebih dekat sejauhmana kerukunan yang dibangun di oeolo ini. Semoga kehadiran kami ini semakin meningkatkan kerukunan umat beragama yang sudah terbina di paroki Oeolo ini.

Kunjungan diakhiri dengan pertandingan persahabatan bola Volley putra/putri antara OMK Paroki Oeolo dan Penyuluh agama katolik non PNS. Ketua rombongan Mikhael Nino bersama semua penyuluh agama katolik non PNS kembali ke tempat tugas masing-masing dengan penuh sukacita karena boleh mengenal lebih dekat umat paroki Sta. Maria Ratu Oeolo. (Thomy Sikone, penyuluh agama katolik non PNS paroki Kiupukan).

No comments:

Post a Comment