Wednesday, November 28, 2018

SISWA SMA NEGERI 1 INSANA;BERWIRAUSAHA


Pengolahan Keripik Pisang

Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonsia sejak tahun1996 tidak saja melumpuhkan dunia usaha, tetapi juga mengoyahkan sendi-sendi kesejahteraan masyarakat luas. Dunia kerja menjadi kian sempit, sementara masyarakat yang membutuhkan kerja terus meningkat. Adanya pegangguran dalam anggota keluarga berarti masalah bagi anggota keluarga lainnya. Mengapa? Karena mereka terpaksa menanggung beban hidup anggota keluarga yang menganggur. Itu artinya penggangguran yang disebabkan oleh ketiadaan lapangan kerja akhirnya menjadi beban tanggungan masyarakat lain juga. Pengangguran ini bukanlah hasil sebuah pilihan untuk tidak bekerja tetapi akibat dari semakin sulit mendapatkan pekerjaan.
Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk bertahan hidup agar dapat hidup baik. Itulah sebabnya dibutuhkan perilaku wirausaha. Nah.! Untuk menumbuhkan perilaku wirausaha pada masyarakat luas, khusus para pencari kerja akan sangat penting dan strategis bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang bermutu. Dengan demikian mereka dapat memilki kejelian dalam menciptakan peluang usaha sendiri yang kreatif dan proaktif, mengembangkan usaha tanpa meninggalkan potensi lokal dalam menghadapi pasar global.
Fakta lain berbcara; disinyalir bahwa banyak pengangguran yang kita jumpai di tengah masyarakat justru lahir dari sekolah-sekolah negeri. Bila dicermati lebih jauh 80an% pengangguran adalah ouput dari sekolah-sekolah negeri. Mengapa?? Tak bisa dipungkiri bahwa orientasi pendidikan yang ada di sekolah menengah atas negeri bukan untuk menciptakan lapangan kerja atau untuk berwirausaha sebagaimana yang terjadi di sekolah-sekolah kejuruan lainnya, tetapi penekanan lebih pada pengetahuan konseptual tanpa skill berwirausaha kepada peserta didik sebagai bekal untuk kemudian berkompetensi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yang belum tentu mendapatkan lapangan kerja di kemudian hari. Dan memang faktanya demikian, bahwa siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas khususnya yang negeri, setelah selesai/tamat, tidak ada pilihan lain selain kuliah, itu pun kalau orang tuanya mampu membiayai kuliahnya. Sebaliknya kalau orang tua tidak mampu, jelas pengangguran jawabannya.  Ini problem..!! ini masalah yang mesti diatasi..!
Pemerintah Indonesia menyadari akan problem ini. Bahwa persoalan penggangguran yang kebanyakan adalah output dari sekolah-sekolah negeri harus diminimalisir. Salah satu upaya untuk meminimalisir persoalan ini adalah dengan menghadirkan program kewirausahaan di sekolah-sekolah negeri. SMA Negeri 1 Insana merupakan salah satu sekolah negeri di kecamatan Insana, Kabupaten TTU yang menerima program kewirausahaan ini. Melalui kementrian pendidikan, pemerintah menguncurkan dana program kewirausahaan sebesar Rp.100.000.000 (Seratus Juta Rupiah). Dengan dana yang ada diharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Insana dapat belajar untuk berwirausaha sehingga kelak bisa berwirausaha setelah menyelesaikan pendidiknnya di SMA.
Adapun upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah  (SMA Negeri 1 Insana) dalam merespon program yang bagus ini. Di antaranya siswa-siswi dibagi dalam kelompok-kelompok usaha. Penentuan anggota kelompok didasarkan pada sonasi tempat tinggal peserta didik sehinggga memudahkan mereka untuk saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam mnejalankan usahanya nanti. Jumlah anggota kelompok  bervaratif  mulai dari 5 orang hingg 20 orang tergantung dari jenis usaha yang bakal dijalankan. Sebelum kelompok-kelompok menjalankan kegiatan usahanya, sekolah mendatangkan tokoh-tokoh yang berpengalaman dan berkompeten dibidang wirausaha untuk membekali siswa-siswi dengan pelatihan dan motivasi.

No comments:

Post a Comment