Era ini, era individu ! masing-masing urus diri. Ada istilah yang ngetren “sapa lo! Sapa Beta’. akibatnya nilai sosial cenderung lentur dan hilang. Budaya gotong-royong ala masyarakat tahun 80-an seakan hilang lenyap tanpa bekas. Tidak dengan masyarakat Desa Tapenpah. Di tengah era yang serba canggih dan enak penuh dengan egoisme, dimana semua orang dapat dengan mudah mengakses semua hal secara sendirian, masyarakat Desa Tapenpah malah menumbuhkan kembali semangat gotong-royong dalam membangun desanya. Di bawah pimpinan kepala desa Tapenpah Thomy Sikone, masyarakat Desa Tapenpah seakan dihipnotis untuk kembali menggaungkan budaya gotong-royong membangun desa. Filosofi orang dawan “nek mese ansaof mese he tafean kuan” tidak sekedar sebuah seruan belaka tetapi sesungguhnya dimaknai secara mendalam dalam setiap kegiatan di desa yang melibatkan partisipasi masyarakat. Sebut saja dimulai dari gotong-royong membangun lapangan volley dan futsal, program PAMSIMAS, hingga pekerjaan kecil lainnya yang membutuhkan partisipasi masyarakat dilahap secara beramai-ramai hingga tuntas. Semoga semangat ini terus ditumbuhkan hingga kekal.

No comments:
Post a Comment