Monday, December 3, 2018

NIAT DIBALIK KATA-KATA MANISMU


Setiap perbuatan pasti didasari oleh motivasi tertentu. Nilai perbuatan kita sebenarnya ditentukan oleh niat dan motivasi kita yang terdalam. Kita sering kali mengatakan bahwa apa yang kita lakukan itu adalah untuk orang lain padahal dibalik itu tujuan kita adalah semata-mata untuk keuntungan kita pribadi. Teori motivasi terpopuler adalah teori kebutuhan. Kebutuhanlah yang mendasari tindakan kita. Ada empat jenis manusia berdasarkan kebutuhannya. Jenis manusia pertama adalah Manusia Perut dan di bawah perut. Sesuai letaknya dalam tubuh, ini menunjukan kualitas kemanusiaan terbawah. Manusia seperti ini hidup semata-mata untuk perutnya. Inilah manusia UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Orang semacam ini orientasinya adalah harta, tahta dan kebutuhan biologis. Bahasa kerennya adalah Economic animal atau political animalJenis manusia kedua naik ke atas sedikit; Manusia Hati orang ini memiliki kebutuhan sosialisasi yang tinggi. Ia butuh bergaul dan memiliki banyak kawan. Ketiga Manusia Otak. Inilah manusia yang rasional dan memiliki kebutuhan untuk selalu berkembang dan kebutuhan belajar yang tinggi. Keempat Manusia Spritual, inilah manusia paripurna yang senantiasa mencari makna terhadap apapun yang dikerjakannya.

Dimanakah posisimu? Apakah benar anda mau membaktikan diri demi banyak orang? Hanya andalah yang mampu menjawabnya dalam relung hatimu yang terdalam. 

Ada sebuah ungkapan menarik dari Francois de la Rochefoucould, seorang sastrawan Perancis, “Kita harus sering merasa malu atas perbuatan baik kita, apabila orang melihat semua motif yang melatarbelakanginya.” Coba anda renungkan ungkapan di atas dalam-dalam kemudian cobalah lihat semua tindak-tanduk kita, apakah dasarnya hanyalah untuk memuaskan kebutuhan perut kita yang tak pernah ada batasnya itu ataukah untuk kepentingan banyak orang....?
Hanya kita sendirilah yang tahu apa niat kita sebenarnya. Tetapi betapapun kita menyembunyikan niat dibalik kata-kata manis, suatu ketika niat itu akan terbongkar juga. Semua orang betapapun sederhananya memiliki “radar” untuk membaca motivasi dan ketulusan orang lain. Ini seperti  cara yang disarankan ajaran Tao, “jangan dengarkan apa yang mereka bicarakan, tetapi dengarkan apa yang tidak dibicarakan. Lihatlah dan tataplah mereka dengan mata hati anda.


No comments:

Post a Comment