Friday, November 13, 2020

EDWAR TANUR BANTU KELOMPOK WANITA TANI OEMATFANU DESA TAPENPAH RP. 75,000,000

 


Kelompok wanita tani Oematfanu merupakan salah satu kelompok tani yang ada di desa Tapenpah. Kelompok ini dibentuk dan dikukuhkan pada tahun 2014, beranggotakan 30 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Semenjak dikukuhkan oleh pemerintah kelompok ini berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk pengembangan di berbagai usaha produktif. Salah satu usaha yang kelompok ini geluti adalah menanam berbagai tanaman holtikultura. Dengan etos kerja yang tinggi ibu-ibu rumah tangga kelompok wanita tani Oematfanu yang diketuai oleh Brigitha Oe ini sukses memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk tanaman holtikultura.

Semangat kerja yang tinggi dari Kelompok Wanita Tani Oematfanu ini berhasil menarik perhatian anggota DPR Pusat Edwar Tanur, sehingga memberikan bantuan dana sebesar Rp. 75,000,000 untuk dimaanfatkan sebagai Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tahun 2020. Dana yang ada ini dipakai untuk memperlancar beberapa kegiatan yang menunjang kegiatan P2L tersebut. Di antaranaya, Pembuatan rumah bibit, pemebelian aneka bibit, peralatan dan media tanam, peralatan pengolahan pasca panen. Semua tahapan mulai dari persiapan hingga pasca panen berhasil dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Alhasil mereka pun menuai hasil panenan yang melimpah.



Thursday, November 12, 2020

INSPEKTORAT KABUPATEN TTU LAKUKAN MONEV BLT DANA DESA 2020 DI DESA TAPENPAH

 

Secara umum, monitoring dan evaluasi yang lasim dikenal monev ini, bertujuan untuk memastikan sejauhmana realisasi penggunaan Dana Desa  di tingkat desa  itu dijalankan.  Apakah sudah sesuai  dengan apa yang ada dalam perencanaan? ataukah sebaliknya  di luar dari perencanaan dimaksud. Evaluasi dan monitoring ini bukan merupakan hal baru, sebab secara rutin telah dilakukan oleh inpektorat kabupaten guna memperbaiki kinerja pemerintah desa ke depan.

Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 bahwa pemerintah kabupaten yang dalam hal ini diwakili Inspektorat berperan mengawasi pengelolaan keuangan desa dan pendayagunaan aset desa.  Atas dasar inilah maka hari ini Kamis, 12/11/2020 bertempat dikantor desa Tapenpah Tim Inspektorat Kabupaten TTU melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa tahun 2020, guna meninjau, mengawasi dan membina administrasi terkait penyaluran BLT Dana Desa 2020 kepada masyarakat penerima.

Hadir dalam monev itu sejumlah masyarakat Desa Tapenpah  penerima  BLT tahun 2020. Perlu diketahui bahwa sejak bulan April 2020 lalu Pemerintah Desa Tapenpah telah menetapkan sebanyak 125 KK untuk menerima bantuan langsung tunai  DD tersebut, dengan perincian 3 bulan tahap 1 (April-Juni 2020) anggarannya RP.600,000/kk, 3 bulan tahap 2 (Juli-September 2020) anggaranya sebesar RP.300,000/kk, dan nantinya tahap 3 bulan Oktober-Desember anggarannya sebesar Rp. 300,000/kk. Jadi total anggaran yang BLT DD dikucurkan oleh Pemerintah Desa Tapenpah sebesar RP. 450,000,000.   Realisasi tahap 1 dan 2 pun sudah dilakukan. Sedangkan untuk tahap 3 belum direalisasikan karena Pemerintah Desa Tapenpah baru saja melakukan MUSDESUS perubahan pada sepekan yang lalu.

Dalam kesempatan monev tersebut Ibu Itha Lawang selaku ketua tim Inspektorat Kabupaten TTU menyampaikan kepada masyarakat desa Tapenpah penerima BLT DD bahwa “Saya senang hari ini bisa bertemu dengan warga desa Tapenpah dalam jumlah yang banyak, ini sungguh luar biasa patut diapresiasi, kami dari tim inpektorat kabupaten atas perintah Bupati TTU, kami datang untuk melakukan evaluasi dan monitoring, guna memastikan sudah sejauhmana proses pembagian BLT di Desa Tapenpah ini berjalan. Uangnya sudah ada di tangan masyrakat apa belum? Ada pemotongan dari Pemerintah Desa atau tidak?”. Secara spontan masyarakat yang hadir menjawab bahwa “kami semua sudah terima dan sudah kami gunakan”. pertemuan pun ditutup tanpa usul saran, masyarakat meninggalkan ruangan kantor desa, sementara tim inspektorat bersama bendahara desa melanjutkan pemerikasaan administrasi terkait penggunaan BLT Dana Desa tahun 2020.

Tuesday, November 10, 2020

PKK DAN KADER DESA TAPENPAH BERTEKAD MENURUNKAN ANGKA STUNTING HINGGA TITIK NOL

 


Stunting menjadi isu nasional yang belum berakhir. Berbagai upaya dilakukan pemerintah baik di tingkat pusat hingga ke tingkat desa guna mencegah stunting tetapi hingga kini belum saja terselesaikan. Demikian halnya dengan Pemerintah Desa Tapenpah. Melalui PKK dan Kader Desa Tapenpah bertekad untuk menurunkan angka stunting hingga titik nol. Sebagai informasi bahwa Desa Tapenpah sejak tahun 2018 lalu, jumlah anak-anak kategori stunting mencapai 56 anak. Dalam upaya untuk menurunkan angka tersebut pemerintah Desa Tapenpah mengalokasi Dana Desa untuk pemeberian makanan tambahan bagi anak-anak kategori Stunting. Upaya ini pun menuai hasil yang signifikan, dimana yang semulanya jumlah anak stunting sebanyak 56 anak ditekan menjadi 24 anak. Tahun ini (2020) di tengah pandemic Covid-19, Pemerintah Desa kembali menganggarkan Dana Desa untuk pemeberian makanan tambahan bagi anak-anak stungting. PKK dan Kader Desa Tapenpah menjadi sponsor utama dalam menuntaskan angka stungting di Desa Tapenpah hingga pada titik nol. Semoga upaya dan tekad para kader dan PKK  Desa Tapenpah menuai hasil maksimal. Selamat berkarya semoga sukses.

Saturday, November 7, 2020

PAMSIMAS BANTU AIR ; HARAPAN BARU BAGI WARGA DESA TAPENPAH

 


Selasa, 7 Juli 2020 merupakan hari pertama harapan baru itu tumbuh. Penandatanganan dokumen perjanjian kontrak kerja antara Pemerintah Desa Tapenpah dan Pemilik Program PAMSIMAS, menjadi titik awal tumbuhnya harapan baru itu. PAMSIMAS adalah salah satu program pemerintah yang membantu masyarakat dalam menyediakan air bersih dan sanitasi di lingkungan desa. Masyarakat Desa Tapenpah sangat antusias dalam menyambut program ini, hal ini terlihat mana kala masyarakatnya terlibat secara aktif dalam menuntaskan program ini, mulai dari tahapan sosialisasi hingga tahapan finishing pelaksanaan program PAMSIMAS ini.

Selama kurang lebih 4 bulan terhitung sejak bulan juli 2020 lalu  PAMSIMAS berproses di desa Tapenpah, dan pada akhirnya  pada tanggal 3 November 2020 harapan baru yang dinanti oleh masyrakat Desa Tapenpa terwujud. Air bersih yang menjadi kerinduan panjang masyarakat desa Tapenpah sudah mengalir. “Sumber air sudah dekat” demikian ujaran kebahagian dan harapan baru yang tepat bagi masyarakat Desa Tapenpah. “Kami senang karena pada akhirnya kami bisa menikmati air bersih secara lebih dekat, selama ini kami kesulitan air baik di musim panas maupun di musim hujan. Kalau musim hujan kami kesulitan air bersih karena banjir, kalau musim di panas kami kesulitan air karena kekeringan ” demikian cerita salah satu warga Desa Tapenpah. Terima kasih Pemerintah melalui Program PAMSIMAS atas dukunganya telah memberikan pelayanan air bersih kepada kami masyarakat Desa Tapenpah. Ini sebuah harapan baru dan kunci utama bagi warga desa Tapenpah untuk menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Friday, November 6, 2020

MASYRAKAT DESA TAPENPAH TUMBUHKAN KEMBALI BUDAYA GOTONG ROYONG BANGUN DESA

 

Era ini,  era individu ! masing-masing urus diri. Ada istilah yang ngetren “sapa lo! Sapa Beta’. akibatnya nilai sosial cenderung lentur dan hilang. Budaya gotong-royong ala masyarakat tahun 80-an seakan hilang lenyap tanpa bekas. Tidak dengan masyarakat Desa Tapenpah. Di tengah era yang serba canggih dan enak penuh dengan egoisme, dimana semua orang dapat dengan mudah mengakses semua hal secara sendirian, masyarakat Desa Tapenpah malah menumbuhkan kembali semangat gotong-royong dalam membangun desanya. Di bawah pimpinan kepala desa Tapenpah Thomy Sikone, masyarakat Desa Tapenpah seakan dihipnotis untuk kembali menggaungkan budaya gotong-royong membangun desa.  Filosofi orang dawan “nek mese ansaof mese he tafean kuan” tidak sekedar sebuah seruan belaka tetapi sesungguhnya dimaknai secara mendalam dalam setiap kegiatan di desa yang melibatkan partisipasi masyarakat. Sebut saja dimulai dari gotong-royong membangun lapangan volley dan futsal, program PAMSIMAS, hingga pekerjaan kecil lainnya yang membutuhkan partisipasi masyarakat dilahap secara beramai-ramai hingga tuntas.  Semoga semangat ini terus ditumbuhkan hingga kekal.